Search HP

TERIMA SALAM DARI KAMI
“My goal as an educator is that every afternoon, kids are chomping at the bit to come back tomorrow”.

A Yang Kami hormati dan kasihi : Para Misonaris, Pastor, Suster, Biarawan/Biarawati, Pendeta, Pemuka Agama, Penatua Adat, Pemerintah Indonesia, sesepuh Misionaris dari Belanda dan Negara-negara Eropa, LSM, Tokoh Umat, Para Penyumbang, Para Pendahulu Yayasan Putri Kerahiman Papua, Bapak, Ibu, Anak-anak, semua pecinta kemanusiaan, dan Saudara/saudari Sekalian,

Kami menyediakan lingkungan pengasuhan di mana anak-anak merasa aman untuk mengeksplorasi pembelajaran dan tantangan baru sambil tetap mengetahui ada orang tua yang peduli dan mendukung untuk bergabung dalam merayakan kesuksesan mereka dan membimbing mereka melewati masa-masa sulit.

Visi yang kami pegang adalah : Allah, Bapa kita di Surga itu maharahim, maka Gereja di bumi pun terpanggil menjadi murah hati (Lukas 6:36) menjadi “Putri Kerahiman” dan menunjukkan belas kasihan terhadap setiap orang yang sedang susah.
 
Website ini memberikan informasi secara terbuka kepada seluruh pengunjung agar mengetahui keberadaan serta pekerjaan-pekerjaan kami.

SELENGKAPNYA

A  Pada tahun 1991 seorang misionaris, biarawati dari Tarekat DSY (Dina Santo Yosep) yang bernama Mariecen Warson DSY, Warga Negara Indonesia asal Belgia Eropa, memasuki masa pensiun dan minta kepada pimpinan tarekat untuk dapat tinggal bersama masyarakat dan membaktikan sisa hidupnya mengasuh pengasuh anak-anak yatim piatu dan orang-orang menderita lainnya agar dapat hidup dengan baik dan mendapatkan pelayanan Tuhan.

Agenda dan Peristiwa

SELENGKAPNYA

Suster Yuliani DSY berangkat ke Makasar dan Bima 31 Mei 2019

Tulisan : Thomas Darmadi

PERPISAHAN TIBA-TIBA

Rencananya Sr.Yuliani akan libur ke kampung halaman di Bima-Sumbawa selama 1 ½ bulan lalu kembali ke Panti Asuhan Hawai. Rencana keberangkatan-nya Jumat 31 Mei 2019 jam 13.00 dengan Batik Air.
Muncul berita perubahan, bahwa diberi waktu cuti hanya 1 ½ minggu saja lalu segera ke Yogya untuk study dan setelah study selesai tidak kembali ke Panti Asuhan Hawai tapi ada tugas di tempat lain. Perubahan terlalu singkat tidak bisa atur perpisahan lagi maka hanya pamit seadanya dan minta Pater Hendriks bisa doakan.

Foto : Sr.Cons DSY, Sr.Yuliani DSY, Pater Hendriks, OFM, Sr.Nicolin DSY, dan Sr.Hendriyani DSY

SUSTER YULIANI Pamit

sekalipun tidak resmi tapi di ruang makan Susteran Fiorety sudah kumpul anak2 Panti dan Karyawan Hawai, sebelum Pater pimpin Doa Suster Nicolin sebagai pimpinan Tarekat Fiorety membuka acara, setelah menjelaskan permasalahan rencana kepindahan Sr.Yuliani maka memberi kesempatan kepada Sr.Yuliani untuk beri pesan dan kesan.

Mungkin sudah feeling bahwa tidak akan kuat maka sambil berdiri Sr.Yuliani ambil beberapa  kertas tissue terlebih dahulu, baru mau bicara pun airmata sudah bercucuran, seluruh perasaannya tumpah. Sambil menghadap ke anak-anak Suster berkata “Anak-anak maaf ya, suster sering marah2 kalian, itulah suster dan suster tidak benci kalian tapi justru sayang, kalian maafkan suster ya!” kata suster Yuliani dengan linangan airmata. Lalu suster mengucapkan terima kasih kepada Yayasan yang telah memberi kesempatan mengabdi di Panti Asuhan juga mohon maaf kepada Yayasan kalau ada yang kurang berkenan, juga kepada Bapak Pastor Paroki” lanjut Sr.Yuliani.

Read more ...

Pendiri Yayasan Putri Kerahiman Papua (YAPUKEPA)

TUHAN memberkati